Mati Selepas Kerja 30 Jam Tanpa Henti

Jakarta : Berita kematian seorang gadis muda yang bekerja sebagai copywriter di agency, Y&R (Young & Rubicam) Asia disebabkan tidak tidur selama 30 jam menjadi perbualan hangat.

Gadis muda bernama Mita Diran tersebut bekerja tak kenal waktu selama tiga hari tanpa tidur. Hal itu diketahui dari twitter terakhir yang ditulisnya pada pukul 05:47 PM Sabtu 14 Desember 2013.

Twitter terakhir Mita Diran tersebut berbunyi:

“30 hours of working and still going strooong,” tulis Mita melalui akun Twitternya, @mitdoq.

Sehari setelah menulis di Twitter tersebut, teman-teman di twitternya dikejutkan dengan berita kematian Mita Diran pada Sabtu 15 Desember 2013.

Sebelum ramai di Twitter, kabar duka ini muncul untuk pertama kalinya di jejaring sosial Path, di mana sang ayah, Yani Syahrial mengabarkan bahwa sang anak tumbang dan dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP)

“Hi everyone, since last night and until now my daughter who is a copywriter in Y&R in coma in RSPP. Chances not very good. She collapsed after continuous working overtime for 3 days last night. Working over the limit. I have not slept since then,” tulis Yani di Path-nya.

Demi menghormati Mita yang dikenali sebagai karyawati murah senyum dan ceria, pihak Y&R Group Indonesia memberi cuti satu hari kepada pekerjanya, hanya untuk mengantarkan jenazah gadis cantik itu ke tempat kebumian terakhir, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) .

Menurut salah seorang pekerja, punca kematian Mita adalah disebabkan terlalu kuat bekerja dan pengambilan minuman Kratingdaeng, sejenis minuman tenaga seperti Redbull yang dipasarkan oleh negara Thailand.