Sekolah Para Calon Pelacur High Class

SEORANG bernama Elene Vis, di Belanda mendirikan sekolah untuk prostitusi pada 2003. Yang diberi nama Hanky Panky School. Dan gilanya, sekolah ini mempunyai kurikulum!

Kurikulumnya dibuat secara profesional agar para lulusannya dapat menjalankan profesinya (tentu saja sebagai pelacur) secara lebih profesional, lebih banyak menghasilkan wang dan akhirnya dapat  lebih awal ‘pencen’’ dengan bekal materi yang cukup.

Elene Vis sebelumnya pernah heboh kerana menerbitkan buku autobiografinya yang kontroversial berjudul “Escort Queen with Turbopower”, membuka sekolahnya di Amsterdam. Materi pelajaran di sekolah bagi calon pelacur high class ini mengajarkan ilmu marketing yang cukup serius.

 “Anda boleh  sebut teknik pemasaran. Anda perlu ketrampilan menjual, tak peduli yang anda jual itu, tubuh sendiri atau peralatan rumah tangga. Prinsipnya tetap saja sama,” kata Elene.

Salah satu bahagian dalam Hanky Panky School

Prostitusi telah menjadi profesyen legal di Belanda sejak 1988. Mereka mulai membayar cukai pendapatan sejak tahun 1996 dan rumah prostitusi atau brothel mulai dinyatakan legal sejak 2001. Distrik-distrik “lampu merah’ di Amsterdam menjadi tujuan favorit pelancungan dalam dan luar negeri serta menghasilkan jutaan euro per tahunnya dan menjadi salah satu penyumbang cukai terbesar.

Inilah distrik “lampu merah” di Amsterdam

Vis mengatakan, para PSK yang bekerja melalui agensinya dapat berpenghasilan sampai 6000 euro tiap bulan, dengan hanya 40 jam kerja. Itulah sebabnya ia mendirikan sekolah tersebut. “Kami memberikan training untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan wang lebih banyak dari pekerjaan mereka,” katanya.

Dengan biaya 450 euro per orang, ‘murid’ akan diberi perlajaran dalam bentuk tutorial dan video presentasi tentang berpikir positif dan teknik-teknik bercinta, termasuk ajaran Kama Sutra. Selain dirinya sendiri, Vis juga mendatangakan para profesional di bidangnya untuk subyek yang berbeda, seperti bagaimana berpakaian yang sesuai, bagaimana etika menghadapi tamu.

Ia mengatakan “Intinya setiap orang dapat jadi cantik, dengan menonjolkan kekuatan dan menutupi kelemahan anda. Anda harus sedar seperti apa penampilan anda di mata orang lain,”

Kira-kira “gerakan” seperti inilah yang diajarkan di ‘sekolah” ini

Menurut Vis, cara berpikir positif dan rasa percaya diri amat penting untuk membuat klien lebih betah dan menghabiskan waktu lebih lama. “Seks 10 menit tidak akan menghasilkan banyak wang,” katanya.

Display tempat PSK dijajakan di Amsterdam

Agak-agak budaya ini akan masuk Malaysia atau tidak.. Akan masuk kalau dibiarkan BN/UMNO terus memerintah? Buktinya sudah setengah abad UMNO/BN memerintah, peraturan melarang atau membaik pulih pelacur masih tidak ada lagi! Bagaimana nak terhakis?? (IH/pelbagai sumber)